Jalan Asik Ke Bangkok (5): Transportasi Untuk Jalan-Jalan di Bangkok

Ketika traveling selain informasi mengenai spot wisata, akomodasi, dan kuliner, informasi mengenai sistem transportasi di suatu destinasi merupakan hal yang krusial bagi saya apalagi tipikal bagi saya yang selalu menggunakan transportasi publik untuk jalan-jalan instead of pake taxi atau tour. Pertama kali ke Bangkok dan mencari-cari informasi mengenai trasportasi publik disana, bayangan saya Bangkok ini tidaklah jauh berbeda dengan kondisi Jakarta karena mungkin sama2 kota dari negara berkembang. Namun bayangan saya seketika pudar ketika mengalami langsung di Bangkok, transportasi publik disana sebagian besar sudah tertata dengan baik jauh jika dibandingkan dengan Jakarta yang masih semrawut. Di Bangkok kamu yang pertama kali traveling tidak perlu takut untuk menggunakan transportasi publik, karena sistemnya sudah sangat rapi dan petunjuknya banyak tersedia di tiap2 stasiun bahkan ada pocket map yang bisa kita bawa.

Bangkok  memiliki beberapa varian moda trasportasi publik dari yang modern seperti BTS/MRT sampai yang tradisional seperti Tuk-Tuk. Oh iya sebelum itu saya mau kasih info mnegenai trotoar di Bangkok, buat kamu yang senang kemana-mana jalan kaki trotoar di Bangkok itu sudah sangat nyaman bahkan bisa bawa stoller juga beda jauh dengan kondisi trotoar di Jakarta. Tapi untuk traffic lalu lintas di jalanan Bangkok itu sama persis dengan Jakarta yaitu macet di mana-mana cuma pengendara disini sedikit lebih tertib.

BTS dan MRT

Ini adalah moda transportasi paling modern yang ada di Bangkok dan menurut saya suatu kota sudah dinyatak maju ketika ada sistem transportasi massal berupa MRT ini. BTS adalah jalur kereta yang dibangun melayang diatas jalan raya (Sky Train), saat ini BTS memiliki 3 line yaitu North(N), South(S) dan East(E), semuanya terkoneksi ke interchange stasiun Siam. Sedangkan MRT adalah jalur kereta yang beroperasi di bawah tanah (Subway), sampai kini Bangkok hanya mempunyai 1 line MRT yaitu dari Bang Sui – Stasiun Hua Lamphong. Tiket kereta BTS dan MRT bisa dibeli langsung di mesin tiket setiap stasiun, harga bervariasi tergantung jauhnya jarak yang kita pilih, oh iya tiket hanya bisa dibeli dengan uang koin, jadi sebelumnya tukarkan uang kertas kamu ke ticketing staff di tiap stasiun.

Jika kamu berencana untuk naik BTS/MRT dengan frekuensi banyak dalam 1 hari saya sarankan untuk beli One Day Pass seharga 140 Baht karena bakal lebih hemat jika dibandingkan beli one way tiket saja. Tapi jika kamu berencana untuk stay lebih dari 3 hari di Bangkok, saya sarankan untuk beli Rabbit Card, yaitu kartu semacam ez-link Singapore yang dapat kamu beli dengan harga 80 Baht dan bisa diisi dengan kelipatan 100 Baht, kartu ini jauh lebih hemat dan praktis. Menggunakan BTS dan MRT sangat cocok banget di Bangkok, mengingat kemacetan kota yang parahnya hampir sama dengan Jakarta. Oh iya kalau untuk moda transportasi dari airport ke kota juga menggunakan kereta yang mirip dengan BTS namun namanya adalah Airport Rail Link menghubungkan Svarnabhumi airport – Phaya Thai Station.

Bus Kota

Sampai saat ini saya baru sekali menggunakan bus kota di Bangkok dan saya akui kalau naik Transjakarta lebih nyaman. Kenapa? karena sebagian besar bus kota tidak ber-AC dan jika kamu kurang beruntung bakal panas-panasan ditengah kemacetan Bangkok. Tarif bus kota ini sangat murah biasanya antara 10 – 30 Baht tergantung jarak dan sistem bayarnya hampir sama seperti bus kota Jakarta, nanti ada kondektur yang menghampiri kamu membawa kotak kaleng dan setelah bayar kita bakal dikasih tiket kertas kecil. Kalo kamu tipe traveler yang pengen nyoba pengalaman baru, cobain deh naik bus kota ini dan jangan sampai salah naik bus ya karena tulisan rute di bus semua menggunakan huruf Thai jadi sebelum mencoba bus harus lengkap diriset dulu.. hahaha

Chao Phraya Express Boat (CPEB)

Karena kota Bangkok dibelah oleh sungai Chao Phraya maka hadirlah transportasi yang unik ini. CPEB ini mirip semacam water way yang pernah beroperasi di Jakarta namun sayang water way hanya bertahan singkat karena tidak ada yang mengurusnya. Sisttem transportasi CPEB ini memanfaatkan sungai Chao Phraya sebagai jalurnya, di sepanjang sungai terdapat beberapa dermaga sebagai tujuan kita. Ada 4 jenis kapal yang dioperasikan oleh CPEB, kapal-kapal tersebut di bedakan dengan bendera yang dibawanya, ada Biru, Hijau, Orange dan No Flag, jadi kalau kamu mau mencoba naik CPEB jangan salah naik kapal. Pusar dermaga CPEB ini ada di Central Pier, berada di bawah Stasiun BTS Saphan Thaksin. Cara bayar tiket CPEB sama seperti naik bus nanti ada kondektur kapal yang menghampiri kita untuk membayar tiket, tarif CPEB juga murah sekitar 10-30 Baht tergantung jarak tempuh. CPEB ini sangat bermanfaat untuk berpergian menuju Grand Palace, Wat Pho dan Wat Arun seperti di postingan saya mengenai Grand Palace.

Tuk – Tuk

“Belum ke Bangkok jika kamu belum pernah mencoba naik Tuk-Tuk”, kalimat ini adalah suatu keniscayaan karena simbol dari Bangkok itu adalah Tuk-Tuk. Kendaraan ini hampir mirip dengan bemo di Jakarta, beroda tiga dan mampu dinaiki oleh 2-4 orang tergantung ukuran badan penumpangnya. Menemukan Tuk-Tuk di Bangkok sangatlah mudah karena kendaraan ini bertebaran di pinggir jalan khususnya di lokasi wisata, hotel dan pasar. Untuk tarif Tuk-Tuk ini relatif kepintaran dan kegigihan kamu dalam melakukan penawaran, jangan khawatir karena beberapa pengemudi Tuk-Tuk sedikit bisa berkomunikasi English tingkat dasar. Saran saya untuk jika sopir Tuk-Tuk memberikan harga tawarlah sampai 50% dan ketika deal2an jangan sampai harga tersebut melebihi 75%, menjengkelkan buat kamu yang ga mahir tawar-menawar tapi mencoba Tuk-Tuk sekali saja adalah sebuah harga mati.. hahaha

Itulah beberapa moda transportasi publik di Bangkok, sebenarnya ada 1 lagi yaitu Taxi namun saya tidak menyarankan untuk naik Taxi jika kamu tidak dalam kondisi darurat atau daerah kamu tidak dilalui transportasi publik. Taxi di Jakarta saya rasa better than Taxi di Bangkok, karena mereka jarang ada yang mau untuk menggunakan argo, jika mau menggunakan argo itupun sudah melalui perdebatan panjang dengan kita. Saya sarankan lebih baik menggunakan aplikasi Taxi Uber karena selain harganya lebih murah, tarif nya pun lebih jelas. Yang unik dari Taxi di Bangkok adalah warnanya yang cerah ceria, ada yang merah, pink, biru, hijau, ungu.

Tips Penting:

“Jika kamu menemui Biksu naik kendaraan umum dan tidak mendapatkan tempat duduk, segeralah untuk berdiri dan memberikan Biksu tersebut tempat karena Biksu sangat dihormatidan dihargai di Thailand, jadilah traveler yang menghargai kearifan lokal.”

Happy Traveling 🙂

It's only fair to share...Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Reddit
Reddit
0Share on LinkedIn
Linkedin
Print this page
Print
Email this to someone
email

I love to travel and eat some local food. I also like to blog, where I post about travel, food, and lifestyle. I believe that traveling is not just a way to have fun, but traveling is to find a new experiences, inspiration and upgrading our soul to the next level.
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *