Jalan Asik Ke Bangkok (4): Kemegahan Grand Palace dan Wat Pho

Setelah keliling kota dan berwisata kuliner kemudian dilanjutkan mengunjungi Maddam Tussaud dan pasar Chattuchak, hari berikutnya dari perjalanan ke Bangkok ini, saya merencanakan untuk mengunjungi Grand Palace. Mengunjungi Grand Palace ini merupakan salah satu tujuan yang sangat direkomendasikan jika kamu pertama kali berkunjung ke Bangkok, tanpa ke Grand Palace, liburan kamu ke Bangkok kurang afdol. Apa itu Grand Palace? Grand Palace ini adalah komplek kerajaan Thailand,dibangun ketika masa pemerintahan Raja Rama I sekitar tahun 1782, walaupun sudah lama sekali Grand Palace menurut saya adalah tempat yang memukau. Jika ada yang tanya ke saya untuk merekomendasikan spot wisata ketika ke Bangkok, saya akan langsung menjawab Grand Palace. Kini Grand Palace tidak lagi menjadi tempat tinggal keluarga kerajaan Thailand, karena sejak masa pemerintahan Raja Rama V, kediaman resmi kerajaan pindah ke istana baru di daerah Dusit.

Komplek Grand Palace sangat lah luas jadi buat kamu yang ingin berkunjung ke Grand Palace harus siap-siap extra energy dan bekal makanan minuman karena luas komplek ini sekitar 500m x 300m. Di dalam Grand Palace ini terdapat kuil paling suci di Thailand yaitu Wat Phra Kaew, di dalam kuil ini bersanding patung Buddha yang teruat dari batu giok dan diselimuti oleh busana yang terbuat dari emas murni 24 karat. Wat Phra Kaew ini sangat lah indah dan menakjubkan karena desainnya yang artistik, seluruh dinding dan langit-langitnya dihiasi dengan lukisan yang indah. Untuk masuk ke Grand Palace ada tiket masuk yang harus kita bayar yaitu senilai 500 Baht, cukup mahal tapi ini sangat worth it dengan spot wisata seindah Grand Palace, oh iya tiket ini tidak hanya bisa kita gunakan untuk masuk Grand Palace tapi juga bisa digunakan untuk masuk ke Vimanmek Mansion serta Ananta Samakhom Throne Hall yang berada di daerah Dusit.

Pukul 8 pagi saya telah bersiap untuk keluar dari hostel untuk memulai perjalanan, saya sarankan jika jalan-jalan dengan tujuan outdoor di wilayah Thailand usahakan untuk berangkat pagi karena pada siang hari cuaca akan sangat panas menyengat dan jika sore berkemungkinan hujan. Oh iya sebelum ke Grand Palace rencana saya adalah ke Wat Pho (Temple of Reclining Buddha) dan Wat Arun (Temple of Dawn), kedua kuil tersebut berada tidak jauh dari Grand Palace.

Berikut rute yang saya lalui dari Hostel di daerah Petchaburi:
– Naik BTS Shukumvit Line dari stasiun Ratchathewi menuju stasiun transit Siam.
– Dari stasiun Siam pindah ke BTS Silom lain menuju Stasiun Shapan Thaksin.
– Turun di stasiun Shapan Thaksin melalui exit 1 menuju ke dermaga Chao Phraya Express Boat yang tepat berada di bawah fly over Shapan Thaksin.
– Naik Express Boat tanpa bendera dari Central Pier ke Tha Tien Pier (dermaga 8).
– Jika mau ke Wat Arun, Turun di Tha tien Pier kemudian menuju loket perahu ke Wat Arun tepat disebelah dermaga.

Sayang sekali ketika saya ke Bangkok saya gagal ke Wat Arun karena kuil tersebut sedang ditutup karena ada renovasi selama 1 bulan. Kecewa sudah pasti akhirnya saya menuju ke Wat Pho, untuk menuju ke Wat Pho dari Tha Tien Pier kita tidak perlu menyeberang sungai dengan perahu, cukup berjalan sekitar 300 meter maka kita akan langsung sampai di kuil yang tidak kalah indah tersebut. Sepanjang jalan banyak sekali pedagang buah-buah segar yang menggiurkan, cobalah beli buah tersebut sebagai bekal untuk berkeliling Wat Pho.

             Petunjuk jalan dari Tha Tien Pier ke Wat Pho (sumber: jejakvicky.com)

Apa itu Wat Pho? Wat Pho ini adalah salah satu kuil tertua dan terpopuler di Thailand, di dalam Wat Pho kita akan menjumpai patung Buddha raksasa berlapis emas murni yang sedang berbaring, di mata dan telapak kaki Buddha dihiasi dengan kerang mutiara yang indah. Komplek Wat Pho ini juga memiliki luas yang lumayan sehingga butuh energi yang cukup untuk berkeliling di Wat Pho, tidak hanya reclining Buddha berbagai macam kuil-kuil kecil yang indah juga terdapat di komplek ini. Tiket masuk Wat Pho adalah 100 Baht, dari harga tersebut kita akan mendapatkan 1 botol air mineral yang bisa mengobati dahaga ketika berkeliling. Untuk masuk ke Wat Pho ini ada peraturan agar menggunakan pakaian yang sopan tidak mengenakan celana pendek dan untuk masuk ke kuil tidak boleh mengenakan alas kaki. Pengelola Wat Pho sudah mengantisipasi wisatawan yang tidak berpakain sesuai peraturan, di gerbang masuk setelah membayar tiket ada tempat peminjaman kain semacam sarung dan plastik untuk tempat menyimpan alas kaki. Oh iya walaupun Wat Pho adalah tempat wisata namun karena ini juga tempat ibadah aktif, maka kita harus menjaga kesopanan dan tata krama jika berwisata kesini.

Selain sebagai kuil dan tempat beribadah, ada hal lain yang ditawarkan oleh Wat Pho, yaitu pengobatan tradisional yaitu traditional Thai Massage. Di Thailand, Wat Pho merupakan pusat ilmu pengobatan tradisional, jadi jika kamu ada keluhan-keluhan penyakit atau sedikit capek bisa mencoba pengobatan tradisional disini. Cukup 30-45 menit untuk explore dan berfoto di Wat Pho, tujuan wisata selanjutnya adalah Grand Palace, tempatnya tidak begitu jauh dari Wat Pho kira-kira berjarak 800m. Kamu bisa menempuh perjalan dari Wat Pho ke Grand Palace dengan naik Tuk-Tuk atau berjalan kaki, kalau saya lebih senang untuk berjalan kaki karena selain hemat bisa juga jajan di pinggir jalan. Di sepanjang jalan yang dilalui dari Wat Pho ke Grand Palace kita akan menjumpai berbagai macam pedagang makanan kaki lima yang menjajakan makanan menggiurkan, tapi yang paling menarik bagi saya adalah jajanan buah-buahan segar karena hari sangat panas saat itu.

Petunjuk jalan dari Wat Pho ke Grand Palace (sumber: jejakvicky.com)

Di pintu gerbang Grand Palace kita akan disambut oleh penjagaan para polisi yang kalo saya liat lebih ke polisi pariwisata, jika kita membawa tas bakal ada pemeriksaan terhadap barang yang kita bawa tersebut dan juga ada metal detector, maklum kita sedang berkunjung ke istana raja kan. Setelah pemeriksaan tersebut kita bakal menuju loket pembelian tiket masuk, harganya adalah 500 Baht cukup mahal tapi tiket ini dapat kita gunakan untuk 7 spot wisata dalam 7 hari. Apa saja?

1. Tiket masuk ke Grand Palace.
2. Tiket masuk ke Wat Phra Keo (The Temple of Emerald Buddha).
3. Tiket masuk ke The Pavillion of Regalia, Royal Decorations and Coins.
4. Tiket masuk ke Vimanmek Mansion Museum.
5. Tiket masuk ke Support Museum Abhisek Dusit Throne Hall.
6. Tiket masuk ke Sanam Chandra Palace
7. Tiket masuk ke Arts of The Kingdom Exhibition at Ananta Samakhom Throne Hall

Untuk masuk ke gerbang dalam Grand Palace antrian pengunjung dipisahkan antara Thai atau non Thai, karena orang Thai untuk masuk sini adalah gratis, biasanya penyambut wisatawan disini agak sedikit bisa bahasa Indonesia mungkin karena banyaknya orang Indonesia yang mengunjungi Grand Palace. Bangunan awal yang kita temui di Grand Palace adalah Wat Phra Kaew, jujur kuil ini menurut saya sangat indah dari segi arsitekturnya, ornamen dan ragam hiasannya pantes aja kuil ini begitu populer di Thailand. Sempatkan berfoto dan masuk di tiap-tiap kuilnya menurut saya memang kuil-kuilnya sangat menawan.

Kebetulan ketika saya kesana sedang berlangsung ritual peribadatan, penasaran dengan apa yang ada di dalam kil maka saya mencoba masuk ke dalam dengan terlebih dahulu melepas alas kaki. Di dalam kuil sedang banyak orang yag sedang bersembahyang di depan sebuah patung Buddha besar berlapis emas yang megah. Ternyata boleh bagi wisatawan untuk berfoto-foto di dalam namun harus berperilaku tertib tidak menggangu orang yang sedang beribadah. Walaupun di foto terlihat bagian dalam kuil berukuran kecil namun sebenarnya ukurannya sangat besar yang mampu menampung ratusan orang. Tips buat kamu yang mau ambil foto-foto di dalam kuil ini, boleh-boleh saja berfoto sampai ke patung emas namun tetap menjaga kesopanan dan tata krama agar tidak mengganggu orang-orang yang sedang beribadah.

Sekitar 30-45 menit dirasa cukup untuk explore Wat Phra Kaew saya pun lanjut menuju Grand palace, cukup berjalan sekitar 5 menit kita sudah sampai di gerbang komplek istana raja Grand Palace, di sisi gerbang kamu bisa menemukan penjaga istana yang tegap berdiri diam tidak terganggu hiruk pikuk pengunjung. Saya pun mencoba iseng untuk mencoba berfoto disamping penjaga gerbang tersebut, ternyata penjaganya hanya diam sehingga saya pun leluasa untuk berfoto, melihat saya berfoto tersebut beberapa pengunjung lainnya mengikuti apa yang saya lakukan, alhasil sampai membentuk antrian untuk berfoto dengan penjaga.

First impression saya mengenai Grand Palace ini yaitu sangat megah dan elegan, sayangnya keluarga kerajaan sudah tidak tinggal disini sejak pemerintahan Raja Rama V, kediaman kerajaan dipindah ke istana di daerah Dusit. Kini bangunan di Grand Palace ini difungsikan untuk menyimpan berbagai benda berharga serta piagam-piagam kerajaan. Oh iya kalo kamu berminat di Grand Palace ini ada 2 museum unik yang dapat dikunjungi yaitu yang pertama adalah Queen Sirikit Museum of Textiles,  Museum tektil ini digagas oleh Ratu Sirikit yang berfungsi sebagai tempat pembelajaran tekstil baik yang tradisional maupun modern di Asia umumnya dan Thailand khususnya. Museum kedua yang dapat dikunjungi di wilayah Grand Palace ini The Pavillion of Regalia, Royal Decorations and Coins, Museum ini berfungsi untuk menyimpan segala perlengkapan kerajaan seperti koin, mahkota, tongkat, berbagai macam senjata dan lain-lain. Jika kamu punya banyak waktu dan energi untuk mengelilingi Grand Palace, saya sarankan untuk mengunjungi 2 museum ini, namun kebetulan waktu di Bangkok waktunya mepet jadi saya tidak sempat berkunjung ke museum tersebut.

Setelah sekitar 1 jam berkeliling di Grand Palace, saya pun beranjak pulang tidak lupa membeli buah-buahan pinggir jalan terlebih dulu, yaa salah satu alasan saya menyukai Bangkok adalah karena banyak penjual buah segar di pinggir jalan. Rencana setelah dari Grand Palace adalah menuju Mall MBK (Mahboonkrong) yang terkenal sebagai sentranya oleh-oleh murah di Bangkok. Untuk menuju Mall MBK yang berada di daerah National Stadium, kita bisa mereverse perjalanan menuju Grand Place dengan menggunakan Chao Praya Express Boat menuju Shapan Thaksin BTS Station menuju National Stadium Station. Tapi kalau tidak mau repot berpindah moda maka bisa menggunakan Tuk-Tuk, tawar saja biasanya tarif dari Grand Palace ke MBK adalah sekitar 160 – 180 Baht. Bisa juga menggunakan Bus kota namun saya tidak terlalu tahu rute Bus apa untuk menuju MBK, sepertinya agak ribet karena kita bakal sering berpindah Bis.

Sampai di MBK yang pertama kali saya cari adalah makanan karena sudah hampir jam 15:00 belum makan siang jadi lumayan lapar karena sejak pagi terus berkeliling di cuaca panas. Di MBK kalau mau makan murah dan enak saya sarankan di food court MBK food Island yang ada di lantai 6. Untuk pilihan makanan di food court ini cukup lengkap dari Thai food, Melayu, Arab, Chinese, Western, India, dll. Oh iya jangan khawatir untuk pilihan makanan disini sebagian besar halal khususnya untuk konter makanan Melayu, Arab dan India. Pilihan makanan saya untuk late lunch di MBK Food Island ini adalah nasi lemak ayam dan vegetarian mix dengan dessert mango sticky rice.

Setelah kenyang makan, berjalan-jalan dan beli oleh-oleh di MBK saya pun beranjak pulang ke hostel untuk mempersiapkan kepulangan ke Jakarta esok pagi. Tapi masih pengen untuk main dan wiskul ke sekitaran hostel dan Platinum mall pada malam harinya. Oh iya tips penting untuk jalan-jalan ke Bangkok adalah selalu siapkan topi, payung atau sun block untuk menahan cuaca panas Bangkok kalo ga mau kulit kamu terbakar sinar matahari.

Happy Traveling 🙂

It's only fair to share...Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Reddit
Reddit
0Share on LinkedIn
Linkedin
Print this page
Print
Email this to someone
email

I love to travel and eat some local food. I also like to blog, where I post about travel, food, and lifestyle. I believe that traveling is not just a way to have fun, but traveling is to find a new experiences, inspiration and upgrading our soul to the next level.
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *