Jalan Asik Ke Bangkok (3): Keliling Kota dan Tur Museum

Setelah pada postingan sebelumnya cuma sempat wisata kuliner dan jalan-jalan disekitaran hostel, pada hari kedua rencana traveling saya adalah menjelajahi kota Bangkok dan tur museum. Pagi-pagi sekali setelah sarapan saya langsung memulai perjalanan untuk keliling kota Bangkok ini, jangan bayangkan kota Bangkok memiliki kondisi cuaca yang nyaman tapi kota ini tidak beda jauh dengan Jakarta dalam hal cuaca panasnya, jadi siapkan topi dan sunblock untuk persiapan keliling kota.  Salah satu keuntungan memilih akomodasi yang dekat transportasi umum (BTS) adalah kita tidak perlu terlalu jauh berjalan di saat serangan cuaca yang sangat panas.

Tujuan pertama adalah Museum Maddam Tussaud, mungkin ada teman-teman yang belum tau mengenai museum ini maka berikut penjelasannya. Maddam Tussaud adalah sebuah museum lilin tokoh-tokoh terkenal di dunia yang didirikan oleh pemahat patung luar biasa bernama Marie Tussauds. Patung lilin disini dipahat hampir sempurna dengan tokoh aslinya mulai dari tinggi dan ukuran badan sampai pada kerutan di wajah, semua di pahat hampir mirip dengan aslinya. Museum Maddam Tussaud banyak tersebar di pelosok dunia seperti di London, Paris, New York, Tokyo, HongKong, Sydney dll, namun Maddam Tussaud Bangkok ini adalah yang  pertama di Asean dan yang paling dekat di jangkau dari Indonesia. Harga tiket di Bangkok ini adalah 990 Baht adult dan 790 Baht child, mahal banget kan ya tapi jangan khawatir kita bisa beli early bird tiket diskon 35% via online di website Maddam Tussaud seharga 645 Baht adult dan 515 Baht Child.

Maddam Tussaud ini buka dari jam 10 pagi – 9 malam, lokasinya ada di Siam Discovery Lt.6, cara menuju lokasinya jika menggunakan BTS adalah naik BTS dari origin kalian dan turunlah di BTS Siam Station Exit 1 atau National Stadium Exit 3 ( di depan mall Mbk ) lalu turun ke bawah stasiun dan lanjutkan berjalan kaki menuju mall Siam dan ikuti saja petunjuknya karena sudah banyak petunjuknya disekitar Mall Siam Discovery. Di pintu masuk museum kita bakal disambut oleh petugas yang akan memeriksa tiket dan kemudian menyuruh kita berpose dengan latar belakang poster besar Maddam Tussaud, tapi ini adalah foto berbayar yang jika kita mau ambil di pintu keluar. Mulai masuk museum saya sempat shock sekaligus bangga karena patung lilin pertama adalah Presiden RI pertama Bung Karno dengan pakaian jas putih ciri khas beliau, walaupun saya belum pernah berjumpa atau melihat secara langsung tapi saya merasa patung lilin Bung Karno ini hampir sempurna menyerupai beliau, dan langsung saja patung lilin ini menjadi sasaran pertama selfie di Maddam Tussaud.

Beranjak ke dalam dapat dilihat makin banyak koleksi patung lilin tokoh-tokoh dunia seperti Putri Diana, Albert Einstein, Obama dan istri, Oprah Winfrey, Michael Jackson, Beyonce, Katy Perry, Bruce Lee, Mark Zuckenberg, David Beckham, Doraemon dan masih banyak banget lainnya. Di museum ini juga terdapat penjelasan lengkap bagaimana cara membuat patung lilin tokoh-tokoh terkenal tersebut, untuk tokoh yang masih hidup tentu tidak terlalu sulit karena tinggal mencontoh dari tokoh yang hidup tersebut namun jika tokoh sudah meninggal perlu dilakukan survey terlebih dahulu dari keluarga dan orang-orang terdekat tokoh tersebut agar mendapat hasih pahatan yang mendekati akurat. Yang uniknya lagi dari patung lilin disini adalah pose dari patung tidak lah kaku hanya berdiri namun mereka di pahat ketika berpose melakukan aktifitas seperti Bruce Lee yang pasang kuda-kuda mau berantem, Beyonce yang sedang konser, Beckham yang lagi pemanasan, dll. Jadi kita sebagai pengunjung bisa bebas berekspresi selfie juga dengan gaya dari tokoh-tokoh tersebut. Spot yang paling ramai menurut saya adalah spot ruangan gedung putih yang ada obama dan istrinya, disini kita bisa berpose di meja kerja Obama didampingi oleh mereka berdua, lumayan antri jika mau berpose disini.

Walaupun Maddam Tussaud ini menurut saya tidak terlalu besar tapi dengan banyaknya koleksi patung lilin disini membuat kita harus meluangkan waktu banyak untuk berkeliling, saya menghabiskan waktu hampir selama 2 jam disini. Setelah puas di Maddam Tussaud tujuan wisata selanjutnya adalah Chatuchak Weekend Market, Chatuchak ini dari info yang saya dapat adalah semacam bazaar tradisional yang super duper luas menjual barang apa saja khususnya fashion dan hanya buka saat weekend sabtu-minggu. Cara mencapai lokasinya dari Maddam Tussaud adalah menggunakan BTS dari Siam Station – Mo Chit Station yang berada paling ujung utara Shukumvit Line. Dari Mo Chit station kita berjalan sedikit ke arah utara sejauh 50 meter melewati Chatuchak Park, maka sampailah kita di Chatuchak Gate 3. FYI Chatuchak memiliki 3 Gate utama, 26 section yang terdiri dari 62 Soi (gang) kemudian tiap Soi akan berisi 7-8 lot dan tiap lot tersebut berisi 50 lapak pedagang, nah silahkan dihitung sendiri berapa jumlah pedagagang dan luas dari pasar Chatuchak. Oh iya jangan lupa untuk mengambil peta Chatuchak market di Gate karena saking besarnya pasar ini kita memerlukan peta agar tidak kesasar.

Apa saja sih yang dijual di Chatuchak? mayoritas barang yang dijual di Chatuchak adalah produk fashion dan makanan minuman namun banyak juga jenis barang lainnya yang dijual disana. Di Chatuchak jenis barang yang dijual sudah tertata sangat rapi sehingga pembeli tidak bingung ketika mencari barang yang akan dibeli. Jenis barang yang dijual dibedakan menjadi 9 jenis dan dapat dilihat sesuai warna di Peta yaitu Home Decor (ungu), Giftshop (biru muda), Gardening (hijau muda), Fashion (pink), Collectible (kuning), Pets (oranye), Food (merah), Spa (biru), Arts (hijau). Jadi saya yakin kalo kita sudah pegang Peta, kecil kemungkinan untuk tersesat atau bingung mencari toko tujuan kita, agar tidak tersesat saya biasanya menandai suatu tempat sebagai meeting point di Chatuchak, di Chatuchak ini tempat yang paling gampang sebagai metpo adalah Big Clock Tower yang terletak di tengah-tengah pasar.

Menurut saya produk-produk yang dijual di pasar chatuchak tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia dari segi harga, yang membedakan adalah pedagang yang sangat banyak, pasar yang tertata rapi bersih dan kualitas produknya masih di atas produk di Indonesia. Kalau di Chatuchak ini jangan lupa untuk membeli Coconut Ice Cream yang terkenal itu, makanan ini adalah perpaduan dari Kelapa Thailand, Ice cream, nangka, dan ketan, komposisi yang agak aneh namun rasa makanan ini sangat enak. Ada juga fish ball, kalau di Indonesia mirip dengan nugget ikan tapi di Bangkok ini rasanya lebih enak. Kalau haus saya sarankan untuk membeli es jeruk nipis yang banyak dijajakan di Chatuchak, anehnya es jeruk nipisnya tidak terasa asam menyengat tapi asam manis dan gurih. Untuk makanan di Chatuchak ini buat kita umat muslim juga musti pandai-pandai dalam memilih penganan halal tapi jangan khawatir karena banyak yang menjual makanan halal disini, biasanya penjual makanan adalah orang Pakistan atau Thai-Melayu yang di gerobak makanannya ada tulisan arab.

Tidak ada batasan waktu di Chatuchak, jika orang yang hobi belanja mungkin tidak akan cukup seharian mengelilingi Chatuchak tapi berhubung saya level senang belanja ada di level rendah maka 2 jam menurut saya cukup untuk keliling di pasar ini. Setelah capek berkeliling pasar saya pun berencana untuk kembali sebentar ke hotel untuk beristirahat sebelum memulai perjalanan keliling Bangkok sore harinya.

Sore hari rencana awal adalah cuci mata keliling mall di Bangkok seperti Siam Center, Siam Paragon, MBK, Terminal 21 dll istilahnya biar jadi anak gaul gitu tetapi ga sengaja liat brosur di hotel yang membahas Asiatique, sebuah kawasan baru di bagian selatan kota Bangkok tepat di pinggir sungai Chao Phraya. Asiatique ini sebuah one stop shopping and entertainment center yang sedang happening di Bangkok, Asiatique ini mulai buka dari sore pukul 5 – 12 malam. Rencana yang tadinya mau keliling mall di Bangkok langsung berubah tujuan ke Asiatique. Untuk menuju Asiatique jika menggunakan BTS adalah dari station origin kita menuju ke BTS Station Saphan Taksin (Silom Line) kemudian cari Exit paling kiri kemudian turun ke bawah sampai bertemu petunjuk shuttle boat to Asiatique. Untuk ke Asiatique dari BTS kita harus menyambung naik boat, tapi jangan khawatir karena pengelola Asiatique sudah menyediakan free shuttle boat Saphan Taksin pier – Asiatique.

Setelah sampai Asiatique, kagum juga melihat desain dari Asiatique memadukan konsep style bangunan bergaya eropa modern, asia dan thai yang berada di pinggir sungai Chao Phraya. Walaupun Asiatique adalah sebuah  mall tapi konsep toko dan pedagangnya lebih kepada konsep night market dan untuk restoran disini berkonsep Al-Fresco dining open air. Selain toko dan restoran disini juga ada berbagai macam sarana hiburan seperti komidi putar, kincir raksasa dan berbagai hiburan untuk anak-anak. Di Asiatique juga ada beberapa pertunjukan yang diadakan di function hall nya, ketika saya kesana kebetulan ada pertunjukan kabaret show dan tinju muaythai, namun saya tidak sempat menyaksikan kedua pertunjukan tersebut karena sudah keburu malam. Oh iya untuk harga-harga produk dan makanan di Asiatique ini lebih mahal dibanding night market biasa karena memang segmen yang menjadi target dari Asiatique adalah menengah ke atas. Walaupun agak mahal, Asiatique ini saya rekomendasikan untuk teman-teman yang berkunjung ke Bangkok, karena suasananya yang asik dan tempatnya kece banget untuk sekadar foto-foto.

Hasil dari keliling kota hari ini dan hari sebelumnya dapat disimpulkan banyak banget tempat belanja di kota Bangkok, mulai dari night market, weekend market, mall, sampai ke Asiatique. Jadi masih ada yang meragukan Bangkok sebagai surga belanja?

 

It's only fair to share...Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Reddit
Reddit
0Share on LinkedIn
Linkedin
Print this page
Print
Email this to someone
email

I love to travel and eat some local food. I also like to blog, where I post about travel, food, and lifestyle. I believe that traveling is not just a way to have fun, but traveling is to find a new experiences, inspiration and upgrading our soul to the next level.
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *