Batu Caves, Objek Wisata di Pinggiran Kuala Lumpur Yang Keren

Kalo berwisata ke Kuala Lumpur kemanakah tempat yang menjadi tujuan kalian? sebagian besar pasti menjawab ke Petronas KLCC, Bukit Bintang, Jalan alor, Central Market, China Town, Masjid Jameek atau yang lebih jauhan ke Putrajaya. Kalau kamu pengen wisata yang berada di luar kebiasaan tersebut namun tetep kece badai, kamu perlu mengunjungi Batu Caves. Kenapa Batu Caves? ya karena unik aja, jika menurut masyarakat keturunan India Hindu daerah ini merupakan daerah suci karena disana terdapat tempat peribadatan serta patung dewa Murugan yang terbesar di dunia. Untuk wisatawan non-Hindu tempat ini cukup populer untuk dikunjungi karena kamu bakal menemui banyak spot-spot fotogenik untuk berfoto disini. Jadi yaa saya saranin kalau main ke KL jangan cuma keliling mall tapi perlu main agak jauhan dikit ke spot kece seperti Batu Caves ini.

Dimana letak Batu Caves? sebenernya tidak terlalu jauh juga dari pusat kota Kuala Lumpur, daerahnya terletak di distrik Gombak, negara bagian Selangor. Jarak tempuh dari KL kalau menggunakan transportasi umum adalah sekitar 45-60 menit, jika menggunakan kendaraan pribadi mungkin bisa lebih cepat karena via lebuh raya (jalan tol). Saya sih menyarankan untuk menggunakan transportasi umum saja kaena lebih murah, tidak ribet cari parkiran, dan lebih sehat Go Green. Apa sih Batu Caves itu? ini merujuk kepada deretan gua-gua batu kapur yang tersebar di daerah tersebut sekaligus nama sebuah desa di dekatnya. Sedimen batu kapur yang membentuk deretan gua ini berusia sekitar 400 juta tahun, gua-gua kapur tersebut dulunya menjadi rumah bagi orang Temuan, suku asli di sini. Di tahun 1890, seorang pedagang India bernama Thamboosamy Pillai, menjadikan tempat ini sebagai lokasi penyembahan Lord Murugan, dewa perangnya orang Hindu, khususnya India Tamil. Sampai sekarang kita bisa melihat patung emas Lord Murugan yang super gede sering dijadikan latar berfoto turis yang datang ke Batu Caves. Oh iya, sejak 1892 sampai sekarang tiap tahun di tempat ini selalu diadakan Thaipusam Festival.

Bagaimana ke Batu Caves? gampang banget saya bakal membahas pergi kesana menggunakan transportasi umum. Untuk permulaan pergilah ke KL Sentral sebagai muara seluruh transport publik di KL, ini salah satu enaknya di KL karena semua transportasi tersedia lengkap di KL Sentral. Setelah di dalam KL Sentral cari KTM Komuter dengan rute Port Klang – Batu Caves, jangan sampai salah karena KTM Komuter juga memiliki rute lain. Untuk sampai ke Batu Caves kita akan melewati 8 stasiun, enaknya adalah Batu Caves berada di ujung rute tersebut jadi tidak perlu was-was terlewat. Satu hal yang wajib di KL adalah kamu harus punya map transport publik dan memahaminya agar tidak kesasar kalo jalan-jalan.

Sesampainya di stasiun Batu Caves, kita tidak perlu bersusah payah menuju ke Batu Caves karena pintu exit stasiun langsung terhubung dengan pintu gerbang komplek Batu Caves, di sekitaran jalan menuju gerbang Batu Caves kita bakal ketemu para penjual keturunan India yang menjajakan bunga dan pernak pernik ibadah Hindu. 5 menit berjalan kaki kita sudah sampai di gerbang Batu Caves, waktu terbaik berkunjung ke Batu Caves adalah pagi atau sore hari. Ketika saya berkunjung kemari, lokasi sedang lumayan ramai oleh wisatawan sehingga lokasi waktu itu cukup padat dan menjadi agak kotor karena ada beberapa wisatawan kurang tertib dalam membuang sampahnya. Gerbang Batu Caves kental bercorak ornamen India-Hindu dengan wana hijau, tidak jauh dari gerbang ada patung dewa Hanuman yang cukup besar, spot ini sering juga dijadikan wisatawan untuk berfoto. Cukup lama bagi saya untuk mengambil momen berfoto disini karena harus bergantian dengan wisatawan lain.

Setelah dari tugu Hanuman ini kita bakal berjalan melewati beberapa pelataran kuil-kuil yang bermacam-macam namanya, di pinggiran jalan kita bakalan menemui baanyak penjual makanan dan bunga, tetapi harga makanan minuman disini kayaknya lebih mahal jika dibandingkan di KL, mungkin karena memanfaatkan tempat wisata juga. Setelah itu kita akan sampai pada lapangan luas yang terdapat patung Lord Murugan super besar, di sebelah patung Lord Murugan terdapat jejeran tangga tinggi menuju gua batu dan kuil-kuil di dalamnya. Patung Lord Murugan ini menjadi spot terbaik untuk berfoto-foto  dan ada ungkapan bahwa belum ke Batu Caves jika tidak berfoto di depan Lord Murrugan. Oh iya FYI tinggi patung Lord Murugan ini adalah sekitar 43 meter dan menjadi patung Murugan tertinggi di dunia di luar India. Di lapangan ini juga terdapat banyak merpati yang bebas berkeliaran, burung-burung ini bisa juga menjadi objek foto bagi kita karena jumlahnya yang cukup banyak.

Disamping patung Lord Murugan terdapat jejeran tangga yang lumayan tinggi menuju gua batu di atasnya, konon katanya jumlah tangga tersebut ada 272 anak tangga tapi saya lupa sih menghitungnya waktu itu jadi percaya aja. Untuk mau naik ke atas tidak dipungut biaya namun ada beberapa syarat yang dipenuhi yaitu harus berpakaian sopan, tidak menggunakan baju terbuka dan celana pendek diatas lutut, tapi jangan kuatir kalo kamu berkunjung tidak memenuhi syarat tersebut, petugas di bawah menyediakan sarung buat kita. Selama perjalanan mendaki anak tangga ini kita juga disarankan tidak memberikan makanan kepada monyet-monyet liar karena hal tersebut akan membuat hewan-hewan terbiasa meminta makanan kepada pengunjung. Naik tangganya santai aja ga usah buru-buru nanti cepet capek karena menurut saya lumayan jauh loh naik tangganya kalo agak capek bisa istirahat dulu di tengah dan jangan lupa selalu bawa air minum.

Di tengah perjalanan menaiki tangga ini ada semacam simpang yang menuju gua lain yang dinamai Dark Caves, sesuai dengan namanya Dark Caves ini sangat lah gelap dan tidak ada penerangan di dalamnya, pengunjung yag ingin menjelajahi Dark Caves bisa menyewa guide untuk berwisata mengitarinya selama kira-kira 45 menit dengan membayar RM35. Sepertinya menarik namun saya tidak mencobanya karena agak malesan juga udah capek mendaki tangga. Sesampai di mulut gua batu kita bakal menemuin semacam altar dan ada beberapa patung-patung dewa hindu, mungkin fungsinya sebagai tempat pemujaan. Kemudian berangsur ke dalam terdapat kuil Hindu untuk pemujaan kepada Dewa Murugan. Di sekitarnya banyak terdapat patung dan lukisan yang menceritakan kisah Dewa Murugan dengan Iblis yang bernama Soorapadman. Sayangnya ketika disana sedang ada proyek renovasi beberapa kuil di dalam gua sehingga beberapa spot menjadi tidak terlihat menarik.

Overall suasana gua batu ini cukup bagus karena sekeliling gua dikelilingi stalaktit dan pilar2 alami dari batuan kapur, area didalam gua ini menurut saya sangat luas untuk menampung orang, tetapi saya tidak bisa membayangkan betapa ramainya jika berlasungnya festival Tahipusam. Oh iya selain melihat-lihat kuil kita juga bisa melihat city view Kuala Lumpur jika cuaca bagus dari ketinggian Batu Caves, spotnya adalah tepat di depan pintu masuk gua, fyi ketinggian gua ini adalah sekitar 100 meter maka jika cuaca baik, maka kita bisa melihat view kota KL dari tempat ini.

Akhirnya terpenuhi juga penasaran saya ke Batu Caves dan saya merekomendasikan kepada teman-teman yang berkunjung ke KL untuk mengunjungi spot wisata ini. Cuma masih penasaran sih untuk ikutan tour Dark Caves, mungkin jika ada kesempatan lagi mengunjungi Batu Caves saya akan mencoba ke Dark Caves ini.

Enjoy your trip guys 🙂

It's only fair to share...Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Reddit
Reddit
0Share on LinkedIn
Linkedin
Print this page
Print
Email this to someone
email

I love to travel and eat some local food. I also like to blog, where I post about travel, food, and lifestyle. I believe that traveling is not just a way to have fun, but traveling is to find a new experiences, inspiration and upgrading our soul to the next level.
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *