Weekend Getaway: Serunya Menjelajah Green Canyon dengan Body Rafting

Kalo USA punya Grand Canyon, Indonesia punya yang tak kalah indah yaitu Green Canyon. Jadi pada postingan ini saya mau bahas tentang weekend getaway menjelajahi Green Canyon dan Citumang, kembali lagi dengan gaya open trip yaitu trip rame-rame dengan peserta lain tujuannya menghemat biaya wisata dengan sharing cost. Mungkin teman-teman ada yang belum tahu tentang Green Canyon ini, Green Canyon ini punya nama lokal yaitu Cukang Taneuh merupakan sebuah sungai yang awalnya merupakan sungai dimana masyarakat setempat seringkali membuang sesajen dan bahkan menurut mitos lama, merupakan tempat dimana para sesepuh seringkali bertapa. Nah menurut cerita orang-orang asing yag pertama kali menjadikan Green Canyon ini tempat wisata sekitar tahun 90an, malahan kita sebagai orang Indonesia terlambat mengetahui potensi wisatanya, baru sekitar tahun 2000an tempat wisata ini diambil alih hak kelolanya oleh pemerintah setempat. Green Canyon yang terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat atau berjarak sekitar 130 kilometer dari kota Ciamis, jika dari Pangandaran berjarak sekitar 31 km atau sekitar perjalanan 7 jam dari Jakarta.

Open trip ke Green Canyon ini awalnya saya mengetahuinya dari teman di Facebook yang biasa jalan-jalan juga, jadi tiba-tiba saya diajak untuk ikutan open trip, kebetulan saya belum pernah ke Green Canyon dan waktu itu baru selesai sidang thesis juga, tanpa pikir panjang saya langsung milih ikutan sekalian buat refreshing hampir 6 bulan ga pernah jalan-jalan karena sibuk thesis. Open trip ini kalau dari Jakarta meeting pointnya ada di Slipi Jaya Plaza, karena untuk mengejar sampai pagi hari di Pangandaran maka jadwal berangkat trip adalah pukul 22:00. Saya pun karena sudah antusias pukul 20:30 sudah sampai di lokasi, jelas saja belom ada teman- teman yang datang. Sembari menunggu dengan makan di KFC saya yang memiliki jiwa SKSD ini berkenalan dengan rombongan 3 orang yang ternyata mereka tergabung juga di open trip kami, mereka bertiga adalah teman satu kampus, senang juga menunggu hampir 2 jam dapat kenalan baru.

Pukul 22:00 semua rombongan telah tiba di lokasi, kalau tidak salah ingat berjumlah 25 orang, kami semua di bagi dalam 3 kendaraan yaitu 2 mobil elf dan 1 mobil minibus. Saya dapat bagian di mobil miibus dan ternyata bareng dengan 3 orang yang kenalan di KFC tadi dan tambah lagi 3 kenalan baru di mobil, maka malam ini saya sudah dapat 6 teman baru *penting*. Tidak ada yang terlalu spesial diceritakan selama perjalanan Jakarta – Pangandaran, karena waktu saya sebagian besar diisi dengan tidur, yang saya ingat hanya kami 2x berhenti yaitu di rest area cikampek untuk beli pop mie dan cemilan, yang kedua ketika berhenti di rumah makan bebek slamet daerah ciamis. Pukul 06:00 pagi kami pun sampai dengan selamat di lokasi, awal dari semua kegiatan adalah check-in penginapan untuk menaruh barang bawaan, open trip kali ini kami menyewa rumah-rumah penduduk, 1 rumah dengan 3 kamar bisa diisi dengan 6-8 orang. Setelah check-in lanjut dengan sarapan pagi, ketua rombongan mengingatkan kami agar setelah selesai sarapan untuk berkumpul di pondok Green Canyon adventure, tidak jauh dari rumah makan.

Pukul 8:30 semua sudah berkumpul di Pondok Green Canyon untuk melakukan persiapan kegiatan body rafting. Body Rafting adalah olahraga air yang prinsipnya seperti rafting/arung jeram namun tidak menggunakan rakit maupun dayung namun langsung menggunakan badan kita. Oleh karena itu badan kita harus dilengkapi oleh peralatan keselamatan karena olahraga air ini tergolong ekstrim. Di pondok Green Canyon persiapan yang dilakukan adalah pemasangan life vest khusus body rafting, helmet, knee pads, elbow protector serta sepatu khusus. Selain itu semua peserta mendapatkan safety briefing tentang do and don’t selama berkegiatan body rafting.

Setelah hampir 1 jam melakukan persiapan dan safety briefing, kami pun bersiap menuju lokasi body rafting sungai Green Canyon. Sebelumnya kami semua mengira bahwa sungai yang akan dijadikan arena body rafting adalah sungai yang ada di dekat ondok Green Canyon, sungai di sana airnya cukup deras dan jernih namun perkiraan kami semua salah, kita harus menuju hulu sungai sebagai starting point. Hulu sungai ini berada agak jauh dari desa sehingga kami harus naik truk untuk ke lokasi, lama perjalanan menuju lokasi adalah sekitar 45 menit melewati jalan mendaki curam dan banyak belokan tajam dengan kiri dan kanan jurang, untung saja sopir truk yang kami tumpangi sepertinya sudah lihai skill mumpuni untuk melibas semua rintangan. Oh iyaa di dalam bak truk ini kita ditaruh rame-rame sekitar 20 orang jadi sudah mirip sapi-sapi ynag dibawa truk, tapi semua tetap happy kok.

Pukul 10:30 kami sudah sampai di lokasi dan diturunkan di sebuah bukit batu, namun tidak kelihatan ada lairan sungai di dekat sini hanya terdengar aliran air yang cukup deras. Ternyata perkiraan kami salah lagi, kita semua harus menuruni bukit batu tersebut untuk mencapai ke air dan bukit tersebut sangat curam sehingga kita harus hati-hati agar tidak terpeleset karena di kiri-kanan bukit adalah jurang dalam. Tapi jangan khawatir jalan setapak untuk menuju ke bawah sudah ada dan dibatasi oleh pagar-pagar kayu untuk kita berpegangan. Untuk teman yang takut pada ketinggian tips dari saya adalah jangan banyak tengok kiri-kanan, fokus saja pada yang didepan karena kiri-kanan kita adalah jurang dalam.

Tapi tetap sih walaupun deg2an menuruni tebing curam untuk masalah foto-foto tidak boleh terlewatkan, semua pasang wajah ceria tapi sebenernya mikir berapa lama lagi untuk sampai ke bawah, by the way pada foto tersebut kami baru melalui setengah perjalanan, telah nampak di bawah air sungai yang mengalir tapi masih jauh. Tepat pukul 11:00 kami pun sampai di starting point hulu sungai Green Canyon. Starting point disini adalah sebuah batu sangat besar di tepi sungai tempat kami berfoto awal. Pemandangan di area ini sangat indah, air jernih bening berpadu dengan dasar sungai hijau, aliran air sungai yang diapit oleh bukit dan rerimbunan pohon besar yang mungkin usianya sudah ratusan tahun. Kalo boleh saya nilai, pemandangan didaerah ini sangat eksotis dan sedikit memiliki nilai magis, wajar saja tempat ini dulunya sering dijadikan lokasi bertapa.

Untuk memulai petualangan body rafting ini, operator menyarankan kami untuk lompat dari batu besar ini ke sungai, tidak terlalu tinggi namun cukup seru walaupun ada beberapa peserta yang takut dan memilih turun pelan-pelan dari batu, sebagian besar perempuan. Alhamdulillah debit air sungai pada waktu itu sangat bagus, tidak banjir maupun surut karena kalau banjir akan menyebabkan air bewarna keruh dengan aliran sangat deras sedangkan kalau surut kita akan sangat kesulitan untuk body rafting. Debit air yang mengalir relatif sedang, jadi tidak usah takut terseret arus. Bahkan sungai ini sangat aman untuk keluarga bersama anak-anak (dengan didampingi pemandu tentunya).

Sebelum melompat pastikan untuk berdoa dulu bersama karena untuk memohon keselamatan kepada Tuhan karena Dia lah maha penjaga keselamatan bagi kita. Setelah melompat dari batu ke sungai, kita tinggal mengikuti kemana arus akan membawa. Di beberapa spot kami terpaksa harus berdiri dan berjalan menyusuri batu-batu sungai untuk kemudian terjun kembali ke dalam sungai. Batu-batu tersebut sangatlah tajam dan lumayan membuat kaki serasa seperti di pijat refleksi sehingga disarankan untuk menggunakan sendal gunung ketika body rafting, untuk melindungi telapak kaki anda dari tajamnya batu-batu sungai yang menghadang anda, selain itu agar kaki kita punya grip diantara batu sungai yang licin. Sangat seru merasakan tubuh terbawa arus sungai yang liar sembari disuguhi pemandangan yang sangat indah. Sebenarnya ketika berenang, gaya yang kita gunakan bebas saja atau pasrah terbawa arus namun ada cara yang asik untuk menikmati body rafting ini, yaitu dengan membentuk grup sebanyak 5-7 orang kemudian membentuk barisan dengan kaki masing terkait di pundak teman. Hal ini makin membuat seru karena aliran air deras makin terasa oleh kita. Namun jangan lupa untuk tetap patuhi instruksi dari operator karena keselamatan adalah hal yang utama.

Setelah ±1.5 jam mengarungi sungai sempit curam dan berbatu kami sampai di check point pertama, berupa area luas dengan air sungai dangkal serta memilik kanopi berupa bukit yang terpisah tadi kini menyatu membuat sebuah kanopi besar, bisa dibayangkan betapa indah pemandangannya. Di check point ini kami istirahat, makan snack dan minum air kelapa muda yang telah disediakan oleh operator, untuk mengisi kembali tenaga yang terkuras selama 1.5 jam tadi. Setelah cukup istirahat 30 menit petualangan dilanjutkan kembali, kontur sungai setelah check point ini berbeda dengan sebelum check point. Kali ini kontur sungai berupa aliran air yang lebar, arus yang tidak terlalu deras dan agak dalam, berbeda dari sebelumnya arus sungai deras, sungai sempit berbatu dan dangkal. Untuk formasi yang asik untuk menikmatiwilayah ini berbeda dari sebelumnya, kami membentuk formasi lingkaran sehingga kami mengikuti arus dengan berputar. Seru Banget lah!!

1 jam mengarungi sungai dari check point, kami sampai juga ke akhir perjalanan ditandai dengan mulai mengecilnya arus sungai dan kita akan memasuki sebuah goa yang besar. Goa ini tidak seperti goa pada umumnya yang gelap, karena diapit oleh bukit dan agak terbuka sehingga sinar matahari banyak masuk, dengan air terjun yang mengalir langsung dari tengah gua.. Jika kita berada dalam goa ini coba tanjaki pemandian putri karena disitu terdapat spot untuk foto yang bagus sekali dengan pemandangan Green Canyon. Dari pemandian putri tersebut kita juga bisa melihat frame pemandangan Green Canyon secara utuh. 3 jam waktu yang dihabiskan untuk menjelajahi sungai Green Canyon ini dengan body rafting, lumayan capek namun pemandangan dan keseruan selama dalam perjalanan sudah mengalahkan rasa lelah kita sehingga perjalanan mengarungi sungai sepanjang ±7 km tidak akan terasa.

Kemudian, setelah menaiki pemandian putri coba untuk melompat dari Batu Payung. Batu Payung ini merupakan suatu batu besar yang memiliki ketinggian ±5 meter berbentuk seperti jamur payung raksasa sehingga dinamakan Batu Payung. Melompat ke sungai dari batu payung merupakan pengalaman seru banget bagi saya dan ingin melompat dan melompat lagi, sekitar 3 lompatan bolak-balik saya lakukan dari batu payung. Hal yang perlu diingat dan diwaspadai adalah untuk menaiki batu payung ini batu-batu disekitarnya licin sehingga kita harus hati-hati agar tidak terjatuh. Ketika akan melompat ke sungai pastikan kita mendarat di bagian yang airnya dalam ditandai dengan warna hijau pekat karena jika salah melompat dapat dipastikan kita mendarat di sungai dangkal berbatu tajam.

Sekitar pukul 15:00 kami semua pulang kembali ke penginapan, jalan yang ditempuh adalah menggunakan perahu menyusuri sungai citumang dan kemudian dilanjut dengan mobil pickup jemputan. Sebelum ke penginapan kami makan siang (late lunch) bersama dulu untuk mengganti energi yang sudah terkuras ketika body rafting tadi. Setelah makan lanjut pulang ke penginapan masing-masih untuk bersih2 dan istirahat, untuk malam panitia memberikan acara bebas buat para peserta. Saya dan teman-teman memilih untuk pergi jalan-jalan ke pangandaran dan mampir ke pantai pangandaran untuk melihat pantai ketika malam, ternyata pantai masih ramai dengan wisatawan berkegiatan surfing walaupun sudah gelap malam. Tidak ada yang terlalu spesial sampai kami pulang kembali ke penginapan untuk istirahat dan mempersiapkan kepulangan esok hari.

It's only fair to share...Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Reddit
Reddit
0Share on LinkedIn
Linkedin
Print this page
Print
Email this to someone
email

I love to travel and eat some local food. I also like to blog, where I post about travel, food, and lifestyle. I believe that traveling is not just a way to have fun, but traveling is to find a new experiences, inspiration and upgrading our soul to the next level.
1 comment
  1. […] pernah keuntungannmengikuti traveling model Open Trip seperti ke Karimun Jawa, Gunung Krakatau, Green Canyon, dll. Traveler yang main sosmed pastinya sudah tidak asing dengan aneka tawaran Open Trip yang […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *