Tergoda Rayuan Keindahan Krakatau

Di edisi pertama tulisan wisata ini saya ingin menceritakan perjalanan saya ke Gunung Krakatau yang berada di tengah selat Sunda, sebenarnya perjalanan ini sudah cukup lama dan pernah ditulis di blog yang dulu namun sekarang saya sakan mengulang kembali tulisan tentang perjalanan tersebut di blog ini.

Sedikit pengenalan, Gunung Krakatau sebenarnya telah hilang dikarenakan letusan Maha Dahsyat di tahun 1883 yang konon letusannya setara dengan 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima & Nagasaki dan tinggal sekarang adalah Gunung Anak Krakatau yang merupakan kaldera dari Krakatau dan sampai sekarang membentuk sebuah Gunung Berapi aktif baru dengan ketinggian 460 Mdpl. Untuk berkunjung ke kawasan Taman Nasional Gunung Krakatau kita tidak boleh sembarangan karena musti mendapatkan izin dari pengawas Taman Nasional dan Gunung Api, tetapi biasanya kalau Krakatau sedang “batuk-batuk” kita dilarang untuk mendekat kawasan tersebut.

Untuk menuju Taman Nasional Gunung Krakatau (TNGK) ada tiga jalur yang dapat kita tempuh yaitu Pertama dengan jalur dari pelabuhan Canti di Kalianda Lampung Selatan dengan telebih dahulu menyeberang dengan ferry Merak-Bakauheuni. Kapal dari pelabuhan Canti melayani rute Canti-Sebesi sekali sehari di pukul 13:00 dan dari P. Sebesi kita bisa menyewa perhu sewaan ke Krakatau. Kedua dengan jalur pelabuhan ikan Kalianda langsung menuju Krakatau. Ketiga dengan jalur Tanjung Lesung di Banten, dengan jalur ini kita tidak usah menyeberang ferry ke Bakauheuni. Tetapi rute terakhir ini paling mahal karena jalurnya yang jauh sekitar 3 jam perjalanan laut ke Krakatau.

Saya dan teman-teman memilih menggunakan jalur ketiga via Tanjung Lesung ini karena kita tidak perlu repot2 gonta ganti transportasi menuju ke Krakatau, berhubung yang ikut banyak jadi kita semua sharing cost untuk menyewa Kapal ukuran sedang. Oh iya Krakatau Trip ini saya mengikuti open trip di forum kaskus, jadi saya tinggal bayar saja dan sudah ada organizer yang mengatur itin dan semua perlengkapan perjalanan, jadi kita tinggal menyiapkan diri dan perlengkapan pribadi. Untuk Krakatau Trip ini peserta yang ikut adalah 18 orang dan tidak ada seorang pun dari mereka yang saya kenal. Meeting point adalah di parkir timur senayan sembari menunggu minibus yang membawa ke Tj. Lesung. Singkat cerita minibus berangkat pukul 23:00 dan perjalanan ke Tj. Lesung akan ditempuh selama 5 jam. Selama perjalanan saya manfaatkan untuk berkenalan dengan peserta trip yang lain tapi cuma sebentar karena musti tidur untuk persiapan trip panjang esok hari. Pukul 03:00 kami telah tiba di Tj. Lesung, namun kapan yang membawa kami ke Krakatau baru akan tiba pukul 05:00, jadi selama menunggu kami manfaatkan lagi untuk tidur. Pukul 05:00 kami dibangunkan oleh organizer trip untuk bersiap-siap karena kapal telah tiba. Sebelum naik kapal kita semua pose dulu full team maklum dari tadi malam ga sempat foto-foto karena semua tidur.

Kami pun mulai mengarungi lautan selat sunda pada pukul 06:00. Kapal mulai terombang-ambing di lautan, kondisi laut pada saat itu lumayan tenang namun ada beberapa gelombang tinggi yang menghantam kapal. 3 jam perjalanan saya habiskan dengan ngobrol2 dengan peserta trip lain, foto pemandangan laut, makan, dan tidur (ini yang paling banyak), karena perjalanan yang cukup membosankan 3 jam.

Setelah 2 jam perjalanan kapal berhenti di pinggiran pulau yang cukup bagus pemandangannya, kami memanfaatkan berhentinya kapal tersebut untuk snorkeling di sekitar perairan pulau tersebut dan setelah itu lanjut lagi perjalanan ke TNGK. Pukul 10:30 setelah 3.5 jam mengarungi laut sampailah kami di Kawasan TNGK, dari kejauhan telah terpampang Gunung Krakatau yang cantik namun menyimpan misteri keganasan alam didalamnya.

Tepat pukul 11:00 kapal pun merapat di Pulau Krakatau. Kami segera turun dan merasakan hawa yang lumayan panas, hal ini kemungkinan karena angin sedang bertiup ke arah kami dan membawa hawa panas dari Kawah Krakatau. Hal pertama-tama yang kami lakukan adalah foto2 di papan nama Krakatau, jadi di pintu masuk kawasan Pulau Krakatau ini ada papan nama cantik yang bisa digunakan untuk foto-foto selamat datang pengunjung. Semakin siang hawa sekitar daerah Pulau Krakatau makin panas selain matahari yang bersinar sangat terik saat itu juga karena angin dari kawah Krakatau berhembus ke arah kami.

Setelah narsis sana-sini kami pun menerima penjelasan tentang sejarah Krakatau dari organizer trip yang dipandu juga oleh Polisi Hutan TNGK, dengan penjelasan tersebut kami makin paham tentang terbentuknya Pulau Krakatau ini. Terlihat sebagian besar peserta antusias dengan penjelasan tersebut namun ada beberapa peserta juga yang masih sibuk bernarsis ria karena emang pemandangan di Pulau Krakatau ini sangat eksotik.

Setelah penjelasan singkat tersebut kegiatan selanjutnya adalah makan siang yang telah disiapkan oleh trip organizer berupa barbeque ikan laut, sangat beda rasanya ketika kita menyantap barbeque langsung menatap lautan lepas dibandingkan di restoran seafood. Setelah makan siang berhubung trip kali ini adalah semi adventure maka sebagai peneduh dari panas dan hujan nanti malam kami harus membangun tenda sendiri, perlengkapan tenda ini juga sudah disiapkan oleh trip organizer, walaupun semuanya sudah disiapkan namun kita musti mendirikan tenda dan merakitnya dari awal sebagai shelter sementara kita selama berada di P. Krakatau.

Menjelang sore tenda pun telah berhasil didirikan oleh semua peserta, kapasitas tenda ini sekitar 3-4 orang, agak susah juga mendirikan tenda karena sebagian besar tanah di P. Krakatau bercampur dengan pasir lunak. Agenda selanjutnya ada mendaki Krakatau, setelah mendapatkan penjelasan dari polisi hutan mengenai rute yang aman menuju puncak kami pun segera bergegas mendaki, walaupun cuma memiliki tinggi 400m dari kaki ke puncak namun kemiringan medan 30-45 derajad dan tanah berpasir membuat kami cukup kesulitan untuk mendaki. Hawa panas dari kawah Krakatau pun sesekali membelai kulit kami seperti mengajak kami untuk segera sampai di puncak. Pendakian ke puncak Krakatau memakan waktu 45 menit, sampai lah kami di puncak Krakatau yang legendaris dan misterius tersebut.

Dari atas puncak ini kita bisa melihat betapa dahsyatnya letusan Krakatau pada tahun 1883 sehingga kini menyisakan 3 pulau dan 1 gunung dan bakal ada anak Krakatau baru yang sedang muncul tidak jauh dari P. Rakata dan dari puncak Krakatau terlihat asap mengepul dari dalam laut di kejauhan, konon anak Krakatau baru tersebut tumbuh 30cm setiap tahunnya. Kawasan TNGK ini menyimpan ancaman bagi peradaban manusia dibalik keindahan alamnya. Mulai dari ketinggian 100m tidak ada lagi vegetasi yang tumbuh karena suksesi tumbuhan di P. Krakatau baru samapi pada kaki Gunung saja, jadi sepanjang mata memandang yang kita lihat adalah hamparan pasir gersang. Sekedar informasi di puncak Krakatau ini hawanya lumayan panas dengan bau belerang yang menyengat, jadi kalau kita berada di puncak ini terlalu lama efek yang kita rasakan adalah dehidrasi dan lemas. Kami menghabiskan waktu di puncak Krakatau selama 1 jam dan ternyata proses turun tidak semudah proses naik, kita musti berhati-hati melangkah agar tidak tepeleset jatuh karena tebing yang lumayan curam.

Tapi tetep aja walaupun tebing curam digunakan buat kegiatan narsis berfoto-foto. Ternyata proses turun lebih lama daripada proses naik karena kami mencari jalan memutar yang lebih aman untuk turun karena jalan yang kami gunakan untuk naik tadi agak licin untuk digunakan turun, proses turun tersebut memakan waktu 1 jam. Sampai di bawah hari sudah gelap dan kami bersiap untuk makan malam dan beristirahat. Untungnya malam ketika trip tersebut cerah karena menurut polisi hutan sudah seminggu hujan selalu turun di TNGK, kami pun bisa menyantap ikan yang dibakar langsung, sedangkan beberapa peserta ada yang mencari kepiting di sekitar pantai.

Pagi hari berikutnya kami sudah musti bersiap-siap untuk kembali pulang, perjananan ke TNGK ini memang sangat singkat 2 hari 1 malam namun kesan yang kami dapat sangat banyak mengenai megahnya ciptaan Tuhan yaitu sebuah Gunung berapi yang dibalik keindahannya menyimpan suatu ancaman besar bagi peradaban manusia. Semoga Gunung Krakatau tetap tenang dan tertidur lelap dalam jangka waktu yang lama. Kami pulang tetap dengan menaiki kapal yang sama dengan yang berangkat dan dengan bayangan 3 jam lagi di lautan lepas untuk sampai ke Tj. Lesung.

Tidak banyak yang kami lakukan di kapal karena semuanya terlihat dalam kondisi lelah, kebanyakn peserta tertidur dan ada beberapa yang bermain kartu, iseng-iseng saya mencoba untuk mengemudikan kapal beberapa saat dengan meminta izin ke nahkoda kapalnya dan ini merupakan kali pertama saya mencoba mengemudikan kapal.

NB: Untuk trip kali ini karena di arrange oleh Trip Organizer saya hanya tinggal menyetor biaya trip sebesar Rp. 750.000,- semuanya sudah include biaya:
– Transportasi meeting point (JKT) – Tj. Lesung PP
– Transportasi Kapal Tj. Lesung – TNGK PP
– Makan 3x selama trip
– Tenda dan perlengkapannya
– Biaya ijin masuk TNGK
– Asuransi selama trip

Happy Traveling All 🙂

It's only fair to share...Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Reddit
Reddit
0Share on LinkedIn
Linkedin
Print this page
Print
Email this to someone
email

I love to travel and eat some local food. I also like to blog, where I post about travel, food, and lifestyle. I believe that traveling is not just a way to have fun, but traveling is to find a new experiences, inspiration and upgrading our soul to the next level.
1 comment
  1. […] kali saya pernah keuntungann mengikuti traveling model Open Trip seperti ke Karimun Jawa, Gunung Krakatau, Green Canyon, dll. Traveler yang main sosmed pastinya sudah tidak asing dengan aneka tawaran Open […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *