Persiapan dan Awal Perjalanan Menuju Karimun Jawa

Kali ini saya pengen cerita tentang trip ke Kepulauan Karimun Jawa yang berada di utara Pulau Jawa lebih tepatnya di Laut Jawa. Trip yang saya ikuti kali ini bersifat open trip, jadi peserta yang ikut berasal dari berbagai tempat seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Jogja, semuanya berjumlah 20 orang. Tak kenal maka tak sayang, maka mari berkenalan terlebih dahulu dengan Kepulauan cantik ini.

Apakah itu Karimun Jawa?
Terletak di dalam wilayah Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah. Karimunjawa sekarang dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut Indah yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara. Karimunjawa adalah rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, serta hampir 400 spesies fauna laut, di antaranya 242 jenis ikan hias. Berdasarkan legenda yang beredar, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak “kremun-kremun” (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak “kremun-kremun” maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun.

Bagaimana Menuju ke Karimun Jawa?
Karena saya berangkat dari Jakarta maka saya akan menerangkan cara menuju Karimun Jawa dari Jakarta. Berikut beberapa alternatifnya:

1. Kendaraan Pribadi.
Untuk menuju Pelabuhan Kartini (Penyeberangan ke Karjaw) di Jepara kita bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dari Jakarta, perjalanan bisa menghabiskan waktu sekitar 12 jam. Lebih enak pake jalur utara/ jalur pantura, karena tujuan akhirnya Kota Semarang lalu ke Jepara. Sesampai di Jepara langsung saja menuju Pelabuhan Kartini untuk mengantri menyeberang ke Karjaw.

2. Pesawat.
Jika menggunakan pesawat tentunya kita menuju Kota Semarang terlebih dahulu. Penerbangan langsung Jakarta – Semarang sangat banyak dari pagi hingga malam, setelah sampai di bandara Semarang kita bisa menggunakan travel atau bis untuk menuju Jepara.

Sebagai tambahan kamu bisa menggunakan pesawat terbang direct dari Semarang Ahmad Yani (SRG) ke Pulau Karimun jawa Dewandaru (KWB), penerbangan difasilitasi oleh Kura-Kura Resort dan menempuh waktu 45 menit. Tetapi kelemahannya tentu saja karena harganya akan jauh lebih mahal dibandingkan dengan transportasi laut.

3. Bus Malam
Kita bisa menggunakan bis malam langsung dari Jakarta ke Jepara. Bus malam seperti Bejeu, Shantika, Nusantara, dll tersedia di beberapa terminal bis Jakarta antara lain Lebak Bulus, Kampung Ramputan, Pulo Gadung, Rawamangun, Kalideres, dll. Biasanya jika menggunakan bis keberangkatan dari Jakarta adalah sore hari sehingga sampai di Jepara pada pagi harinya sekitar pukul 6 – 7 WIB.

4. Kereta Api
Jika menggunakan kereta api, kita menuju stasiun Semarang Tawang, banyak juga rute direct maupun transit kereta dari Jakarta (Pasar Senen) yang menuju Semarang Tawang. Sampai di stasiun Semarang kita bisa melanjutkan perjalanan ke Jepara menggunakan angkutan umum seperti bis.

5. Menuju Pelabuhan Kartini dari Terminal Jepara.
Jika menggunakan angkutan umum, biasanya mereka hanya sampai Terminal Jepara, dari terminal kita bisa berjalan kaki sekitar 15 – 20 menit ke Pelabuhan Kartini, jika tidak mau capek kita bisa menyewa becak maupun ojek dari terminal.

Dari moda transportasi tersebut saya dan 4 orang teman dari Jakarta menggunakan kereta api dari stasiun Pasar Senen, kereta bertolak pukul 9 dan sampai di Semarang Tawang pada pukul 2 dini hari. Kenapa memilih waktu keberangkatan seperti ini? Karena menurut saya ini merupakan waktu terbaik bagi kita untuk mengejar ferry atau kapal cepat menuju Karimun Jawa pada pagi hari. Berhubung belum ada bis menuju Jepara yang menurut info orang stasiun adanya baru pada pukul 4, kami pun mengisi waktu dengan beristirahat di dalam stasiun. Setelah istirahat sampai pukul 4 kami lanjut menggunakan bis yang dicegat dijalan untuk menuju Jepara, perjalanan menggunakan bis berukuran medium tersebut makan waktu sekitar 2 jam ke Jepara. Akhirnya pukul 6:30 kami sampai di Pelabuhan Kartini sembari menunggu teman rombongan dari daerah lain.

Ternyata saya dan teman-teman yang menggunakan kereta tiba paling cepat diantara rombongan lain karena bis-bis dari luar kota baru sampai Jepara pada pukul 6:30. Oh iyaa, Pelabuhan Kartini ini berjarak sekitar 1 km dari terminal bis Jepara, jadi kalau mau jalan kaki sedikit sudah bisa sampai dalam 15 menit atau bisa menggunakan becak yang banyak tersedia di terminal dan jangan lupa untuk bawa bekal makanan di kapal karena kita akan mengarungi laut dalam waktu lumayan lama.

Untuk menyeberang menuju Karjaw ada 2 pilihan moda transportasi, pertama menggunakan Kapal Ferry Siginjai, kapal ferry ini membutuhkan waktu 6-7 jam untuk sampai di Karimun Jawa, untuk kamu yang ingin merasakan sensasi backpacker serta menghemat pengeluaran, ferry ini cocok buat kamu karena harga tiketnya sekitaran Rp. 55.000. Cara kedua adalah menggunakan Kapal Cepat Expess Bahari, kapal ini hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk sampai di Karimun Jawa tentunya dengan harga yang 2x lipat lebih mahal juga, sekitaran 200 – 300rb Tinggal pilih saja sesuai selera masing-masing.

Info tambahan lainnya adalah jadwal penyeberangan Kapal dari Jepara – Karimun Jawa PP. Info ini sangat berguna untuk mempermudah kita mengatur jadwal itenerary perjalanan agar efektif dan efisien, karena kapal ke Karimun Jawa tidak setiap hari.

Jadwal Kapal Penyebrangan Jepara – Karimunjawa
Penyebrangan diadakan setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu, jam keberangkatan pukul 07.00 WIB

Jadwal Kapal Penyeberangan dari pulau Karimunjawa menuju Jepara
Setiap hari : Selasa (pukul 07.00 wib), Kamis (pukul 07.00), Jumat (pukul 13.00), dan Minggu (pukul 07.00)

Karena waktu 6-7 jam bukanlah waktu yang sebentar, saya menyarankan untuk teman-teman yang menggunakan ferry untuk menyewa matras untuk alas tidur, di kapal sudah ada tempat penyewaan matrasnya dengan harga yang murah kok. Jadi selama perjalanan kamu bisa tidur kan daripada bosan liat laut lepas ga sampe-sampe, dan jangan lupa untuk mencari posisi yang bagus untuk tidur yaitu cari tempat yang bersih, bukan tempat orang lalu lalang, dan tidak menghadap sinar matahari. Susah sih mencarinya makanya ketika masuk kapal musti cepat jangan sampai keduluan orang lain. Juga jangan lupa sebelum berangkat foto-foto dulu keburu ketiduran nanti mukanya keburu lecek.

Saya bersama teman-teman open trip ketika itu memilih menggunakan Ferry Siginjai karena kami memang suka hal-hal berbau adventure (padahal ga kebagian tiket xpress bahari). Kapal berangkat pukul 7:30, selama 7 jam terombang ambing di Laut Jawa, memang laut utara jawa ini terkenal dengan ombak yang besar, jadi kalau kamu orangnya mudh mabuk perjalanan mending siapin obat anti mabuk banyakan. 7 jam diatas kapal ini merupakan pengalaman saya terlama naik kapal laut, untungnya di kapal ada penyewaan matras untuk tidur jadi kami menyewanya untuk tidur selama perjalanan. Sekitar pukul 14:30 kami menjejakkan kaki di Pulau Karimun Jawa.

Welcome To Karimun Jawa!!

Ternyata oh ternyata untuk menuju pusat kota (alun-alun) masih jauh sehingga musti disambung menggunakan ojek atau mobil, untungnya penginapan kami sudah siap sedia menjemput dengan mobil pickup. Oh iyaa untuk masalah akomodasi banyak penginapan dan home stay ditawarkan di Karjaw, banyak rumah-rumah penduduk yang disulap menjadi penginapan, harganya pun bervariasi mulai dari Rp 50.000 per malam. Kalau saya karena pergi dengan open trip jadi sudah ada yang urus masalah penginapan, kita tinggal di rumah salah satu penduduk tidak jauh dari alun-alun Karjaw dan 1 kamarnya bisa diisi sampai 3 orang. Begini penampakan kami ketika sampai di penginapan, walau muka lelah setelah 7jam di laut namun yang namanya narsis tetep jalan.

Setelah beristirahat sejenak dan bebersih, sore harinya kami pergi berkeliling kota, sebenarnya tidak ada kota di Karimun Jawa yang hanya sebuah kecamatan dalam kabupaten Jepara, namun yang dianggap kota oleh masyarakat adalah lokasi alun-alun kecamatan. Kotanya sepi dan bisa dikelilingi dengan berjalan kaki, pusat keramaian ada di alun-alun dan dermaga nelayan Karjaw.

Tujuan pertama kami sore itu adalah dermaga nelayan Karjaw, disana kita bisa melihat aktifitas penduduk serta menunggu matahari terbenam dengan mengabadikan sunset yang cukup indah pada spot ini. Menjelang malam kami menuju spot kedua yaitu ke alun-alun Karjaw, ternyata semakin malam spot ini semakin ramai dengan berbagai jajanan yang menarik dan tempat ini direkomendasikan sebagai tempat untuk makan malam karena makanan yang ada disana cukup enak juga.

Setelah makan malam kami semua langsung istirahat untuk memulihkan stamina dan mempersiapkan hoping island Karjaw yang dimulai pagi hari.

to be continued……

It's only fair to share...Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Reddit
Reddit
0Share on LinkedIn
Linkedin
Print this page
Print
Email this to someone
email

I love to travel and eat some local food. I also like to blog, where I post about travel, food, and lifestyle. I believe that traveling is not just a way to have fun, but traveling is to find a new experiences, inspiration and upgrading our soul to the next level.
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *