Karimun Jawa: Sepotong Surga Kecil di Laut Jawa

Setelah sehari sebelumnya dihabiskan dengan perjalanan melelahkan ke Karimun Jawa, pada hari ke-2 ini saya dan teman-teman open trip sudah berencana untuk island hopping menjelajahi gugusan pulau di Kepualauan Karjaw. Kapal yang digunakan untuk island hopping adalah kapal nelayan tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, bisa menampung 25 orang. Sebelumnya panitia open trip sudah melakukan pemesanan kapal ini untuk di kami charter selama 2 hari. Awal perjalanan hari ke-2 ini adalah sarapan di alun-alun Pulau Karjaw, ada satu warung yang menjadi favorit para traveler di Karjaw yaitu warung Bu Ester, berada tidak jauh dari alun-alun menyediakan nasi rames, pecel, soto, jus dll. Warung ini biasanya ramai oleh wisatawan jadi musti sabar sedikit untuk membeli makanan disini, rasa makanan dan harga pun cocok di kantong traveler jadi worth it lah buat kita makan disini.

Setelah sebakul sarapan kami pun langsung menuju dermaga nelayan Karjaw, dermaga ini berbeda dengan dermaga Ferry kemarin, selain lokasinya berada di bagian barat pulau ukuran dermaga ini juga kecil karena hanya menampung kapal-kapal nelayan. Island hopping pun dimulai ketika jarum jam tepat menunjukkan angka 8, agenda pertama sebagai pemanasan adalah menuju Penangkaran Hiu Karimun Jawa. Jadi ceritanya di Karjaw ini ada sebuah penangkaran Hiu dengan tujuan konservasi, jenis Hiu yang di tangkarkan disini adalah hiu tutul, hiu martil dan beberapa hiu putih namun jangan khawatir hiu-hiu tersebut tidak ganas selain karena ukurannya masih kecil juga pengaruh dari kehidupan penangkaran yang membuat sifat liar dan ganas hiu menjadi agak hilang. Dari dermaga ke penangkaran ini berjarak sekitar 20 menit, penampakan fisik penagkaran ini adalah sebuah pondok di pinggir pulau di tengah lautan, cukup cantik lokasinya.

Disini kita bisa berenang bersama hiu-hiu bahkan menyentuh hiu tersebut, namun tetap hati-hati ya karena hiu tetaplah hiu, walaupun katanya sudah hilang sifat liar dan ganas namun perilaku hewan tidak mampu kita prediksi. kalo saya sih hanya berenang sekadar mendekati hiu-hiu tersebut namun menghindari untuk kontak langsung. Di penangkaran ini juga banyak ditemui Clown Fish, yang tidak tahu jenis ini sebut saja nama bekennya Nemo. Kita juga harus berhati-hati mendekat ke Clown Fish karena mereka biasanya bersembunyi di dalam anemon beracun, saya pun menjadi korban dari anemon beracun tersebut karena tidak sengaja tentakel anemon menyentuh kulit lengan yang berakibat bagian yang tersengat tersebut berasa panas seperti terkena knalpot panas. Namun jangan khawatir, hal yang perlu kita persiapkan adalah minyak tawon kemudian kompres dengan air panas sebentar, dijamin sengatan anemon akan hilang walaupun masih ada sisa sakit 1 hari berikutnya.

Setelah puas main-main di tempat penangkaran, tujuan selanjutnya adalah menuju Pulau Cemara Kecil. Perjalanan menuju Cemara Kecil memakan waktu sekitar 30 menit, cukup lama terombang-ambil di laut, untungnya arus dan gelombang laut pada hari itu cukup tenang. Sebelum sampai di cemara kecil kapal pun berhenti di tengah laut untuk kami beraktifitas snorkeling karena di tempat tersebut merupakan salah satu spot terbaik snorkeling. Ketika snorkeling saya pun takjub melihat keindahan terumbu karang di Karjaw ini, sebagian besar masih terjaga dengan cantik walau ada sedikit terumbu karang yang mati berwarna putih. Oh iyaa jangan lupa untuk bawa roti kalau mau snorkeling untuk dibagikan ke ikan-ikan, jadi nanti ketika kita berenang banyak ikan-ikan cantik yang bakal mendekat ke kita. Namun musti hati-hati agar tidak terinjak bulu babi karena di perairan ini sangat banyak ditemukan bulu babi, ancaman bulu babi ini adalah ketika durinya masuk tertancap ke tubuh karena agak susah untuk mengeluarkannya.

Puas snorkeling kami pun mendarat di Cemara Kecil, pulau ini hanyalah sebuah pulau kecil di tengah lautan namun berpasir putih dan halus seperti tepung terigu, luar biasa ciptaan Allah. Selain itu di Pulau Cemara Kecil ini ada sebuah karang yang sangat panjang sampai ke tengah laut yang membuatnya kelihatan seperti sebuah jembatan, namun musti hati-hati karena karang tersebut beberapa ada yang tajam sebaiknya melengkapi dirin dengan sepatu ketika berjalan dan berhati-hati juga terhadap Ikan Pari yang sering menyamar di bawah pasir, jangan sampai kita menginjaknya.

Selesai main di Cemara Kecil kami lanjut ke Cemara Besar, hanya butuh waktu 15 menit antar kedua pulau tersebut. Pulau Cemara Besar ini karakteristiknya hampir sama dengan Cemara Kecil, dengan pasir putih dan dikelilingi pagar pohon-pohon cemara raksasa yang membedakan hanya ukurannya lebih besar kira-kira 5 kali lebih besar dari Cemara Kecil. Agenda di Cemara Besar adalah yang paling ditunggu makan siang dengan barbeque ikan, saya awalnya beranggapan tiap orang nanti akan mendapatkan jatah 1 porsi ikan bakar namun ternyata ikannya sangat lah banyak dan beraneka ragam, ada kakap merah, kakap putih, bawal, baronang, kerapu dll. Saya sebagai penyuka seafood merasa ini lah surga yang ada di dunia, ga keitung lagi deh berapa banyak ikan yang dihabiskan dalam sekali makan waktu itu. Setelah makan kami pun keliling pulau explore pulau untuk sekedar hunting foto, kecil dan ga ada apa-apa sih tapi pulau ini sangat asri dan indah suasananya jadi bikin betah aja.

Setelah kenyang makan siang dan keliling Cemara Besar, kami lanjut untuk snorkeling di Pulau Gosong Cemara yang katanya punya pemandangan bawah laut yang kece. Gosong Cemara ini berjarak sekitar 20 menit dari Cemara Besar, kenapa disebut Gosong? Gosong adalah sebuah daratan kecil yang terbentuk dari pasir atau kerikil yang mengendap di tengah laut, namun Gosong bukanlah sebuah pulau karena sangat kecil dan hanya terdiri dari pasir. Gosong akan terlihat ketika laut surut dan akan tenggelam ketika laut pasang. Dekat dengan lokasi Gosong Cemara terdapat spot snorkeling yang kece karena cukup dalam dan memiliki terumbu karang yang besar. Hampir 2 jam kami menghabiskan waktu untuk menyelam, snorkeling atau sekadar berenang di spot tersebut.

Menjelang sore kami pun beranjak pulang ke Karjaw lagi, setelah puas main di laut dari pagi membuat badan saya gosong (literally) terbakar sinar matahari, tipsnya jangan lupa membawa sunblock jika ke Karimun Jawa karena disini seharian kita akan beraktifitas outdoor. Pulang menuju Karjaw seharusnya dapat ditempuh dalam waktu 30 menit namun kali ini kami hampir 1 jam untuk sampai di Karjaw, ini karena arus dan gelombang laut yang lumayan tinggi membuat kapal harus memutar rute agar tidak melawan arus laut secara langsung. Alhamdulillah kami selamat tiba di Karjaw sekitar pukul 17:30 walaupun tadi di tengah laut sempat deg2an pengen cepat sampe di darat. Untunglah rasa deg2an kami tadi sirna disambut dengan pemandangan sunset yang begitu indah. Melihat sunset tersebut rasanya ingin menghentikan waktu agar sunset tersebut menjadi abadi. Ohh I always love sunset!

1 hari petualangan yang sangat melelahkan tapi bikin puas karena Karimun Jawa ini memang sangat indah dan alam nya yang masih terawat, semoga keindahan alam ini dapat lestari selamanya. Saatnya beristirahat untuk menuntaskan rasa lelah dan menyiapkan diri untuk petualangan yang lebih seru esok hari, masih Island Hopping namun kali ini menelusuri pulau yang letaknya lebih jauh, ga sabar untuk mengganti hari 🙂

to be continued……

It's only fair to share...Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Reddit
Reddit
0Share on LinkedIn
Linkedin
Print this page
Print
Email this to someone
email

I love to travel and eat some local food. I also like to blog, where I post about travel, food, and lifestyle. I believe that traveling is not just a way to have fun, but traveling is to find a new experiences, inspiration and upgrading our soul to the next level.
2 comments
  1. […] 2 hari explore sebelumnya kami menjelajahi wilayah barat dan wilayah timur perairan Karimun Jawa, pada hari ke-3 atau terakhir explore ini kami rencanakan […]

  2. […] kali saya pernah keuntungann mengikuti traveling model Open Trip seperti ke Karimun Jawa, Gunung Krakatau, Green Canyon, dll. Traveler yang main sosmed pastinya sudah tidak asing dengan […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *